BAB I
PENDAHULUAN
Latar Belakang
Manusia
sebagai makhluk ciptaan tuhan terdiri dari : Tubuh dan jiwa sebagai satu
kesatuan yang utuh Sejarah peradaban manusia menunjukan adanya usaha manusia
yang tidak kenal lelah. Pendorong yang hebat ke arah ini adalah adanya satu
jenis kodrat manusia yang sifatnya selalu mencari, hasrat ingin tahu, dan daya
nalar yang dimiliki oleh manusia. Manusia
seutuhnya adalah sebuah matriks yang mempunyai akal, jasmani dan rohani.
Manusia dalam kehidupannya mempunyai tiga fungsi, yaitu : Sebagai makhluk
tuhan, Sebagai makhluk individu dan Sebagai makhluk sosial budaya.
Peradaban (Civilization) merupakan tahap tertentu dan
kebudayaan masyarakat tertentu pula, yang telah mencapai kemajuan tertentu yang
dicirikan oleh tingkat ilmu pengetahuan, teknologi dan seni yang telah maju.
Konsep Peradaban adalah perkembangan kebudayaan yang telah mencapai tingkat
tertentu, tercermin dalam tingkat intelektual, keindahan, teknologi, spiritual
yang terlihat pada masyarakat. Peradaban merupakan bagian dan
unsur kebudayaan yang halus, maju, dan indah seperti misalnya kesenian, ilmu
pengetahuan, adat sopan santun pergaulan, kepandaian menulis, organisasi
kenegaraan, kebudayaan yang mempunyai system teknologi dan masyarakat kota yang
maju dan kompleks. Masyarakat yang beradab dapat didefinisikan sebagai
masyarakat yang mempunyai sopan santun dan kebaikan budi pekerti.
. Rumusan Masalah
1.
Bagaimana Hakikat Peradaban?
2.
Apakah yang dimaksud dengan manusia sebagai makhluk beradab?
3.
Apakah
makna adab dan perabadan?
4.
Bagaimana
wujud peradaban?
Tujuan
1. Untuk
mengetahui hakikat peradaban
2.
Untuk mengetahui manusia sebagai
makhluk beradab
3.
Untuk memahami makna dari adab dan
peradaban
4. Untuk mengetahui
wujud dari peradaban
BAB II
PEMBAHASAN
A.
Hakikat Peradaban
Peradaban memiliki kaitan yang erat dengan kebudayaan.
Kebudayaan pada hakikatnya adalah hasil cipta, rasa, dan karsa manusia dalam
memenuhi kebutuhan hidupnya. Kemampuan cipta (akal) manusia menghasilkan ilmu
pengetahuan. Kemampuan rasa manusia melalui alatalat indranya menghasilkan
beragam barang seni dan bentuk-bentuk kesenian. Sedangkan karsa manusia
menghendaki kesempurnaan hidup, kemuliaan, dan kebahagiaan sehingga menghasilkan
berbagai aktivitas hidup manusia untuk memenuhi kebutuhannya.
Koentjaraningrat
(1990) berusaha memberikan penjelasan sebagai berikut. Istilah kebudayaan ada
pula istilah peradaban. Hal ini adalah sama dengan istilah dalam bahasa Inggris
civilization yang biasanya dipakai untuk menyebutkan bagian atau unsure dari
kebudayaan yang harus maju dan indah.
Kebudayaan
berasal dari kata culture, istilah peradaban sering dipakai untuk
menunjukkan pendapat dan penilaian kita terhadap perkembangan kebudayaan.
Peradaban
berasal dari kata adab, yang dapat diartikan sopan, berbudi pekerti, luhur,
mulia, berakhalak, yang semuanya menunjuk pada sifat yang tinggi dan mulia.
Huntington (2001) mendefinisikan perdaban (civilization) sebagai the
highest social grouping of people and the broadest level of cultural identity
people have short of that which distinguish humans from other species.
Peradaban
merupakan tahap tertentu dari kebudayaan masyarakat tertentu pula, yang telah
mecapai kemajuan tertentu yang dicirikan oleh tingkat ilmu pengetahuan,
teknologi, dan seni yang telah maju
Kemajuan
teknologi dan ilmu pengetahuan mempengaruhi peradaban sebuah bangsa dan menjadi
bangsa itu dianggap lebih muju dari bangsa-bangsa lain pada zamannya. Kehidupan
di lembah sungai Nil masa itu kita sebut dengan nama Peradaban Lembah Sungai
Nil bukan Kebudayaan Lembah Sungai Nil sebab mereka telah memiliki organisasi
social, kebudayaan, dan cara berkehidupan yang sudah maju bila disbanding
dengan bangsa lain.
Keajaiban
dunia yang dikenal saat ini antara lain :
- Piramida di Mesir merupakan makam raja-raja Mesir kuno.
- Taman gantung di Babylonia.
- Tembok raksasa dengan panjang 6.500 km di RRC.
- Menara Pisa di Italia.
- Menara Eiffel di Paris.
- Candi Borobudur di Indonesia.
- Taj Mahal di India.
- Patung Zeus yang tingginya 14 m da seluruhnya terbuat dari emas.
- Kuil Artemis merupakan kuil yang terbesar di Yunani.
- Mausoleum Halicarnacus, kuburan yang dibangun oleh Ratu Artemisia untu mengenang suaminya Raja Maulosus dari Carla.
- Colossus, yaitu patung perungu dewa matahari dari rhodes.
- Pharos, yaitu patung yang tingginya hingga 130 m dari alexsandria.
- Gedung parlemen di inggris di london.
- Kabah di saudi arabia.
- Colossum di Roma italia.
Selah
satu ciri yang penting dalam devenisi peradaban adalab berbudaya. Yang dalam
bahasa ingris disebut Cultured. Orang yang cultured adalah yang juga lettered
dalam hal ini tidak sekedar hanya bisa membaca dan menulis hal yang sederhana.
Hakikat Peradaban Peradaban memiliki
kaitan erat dengan kebudayaan yang pada hakikatnya adalah hasil cipta, rasa,
dan karsa manusia dalam memenuhi kebutuhan hidupnya. Hasil atau produk
kebudayaan manusia inilah yang menghasilkan peradaban. Kemajuan teknologi dan
ilmu pengetahuan mempengaruhi peradaban sebuah bangsa dan menjadi bangsa itu
dianggap lebih maju dari bangsa-bangsa lain pada zamannya.
B. Manusia Sebagai Makhluk Beradab
Manusia beradab karena dalam jiwanya dilengkapi dengan akal, nurani, dan
kehendak. Akal berfungsi sebagai alat pikir dan sumber ilmu pengetahuan dan
teknologi. Nurani berfungsi sebagai alat merasa, menentukan kata hati dan
sumber kesenian. Kehendak berfungsi sebagai alat memutus, menentukan kebutuhan,
dan sumber kegunaan. Manusia dan peradaban adalah hal yang tidak
bisa terpisahkan karena manusia itu memiliki cipta, rasa dan karsa. Cipta, rasa
dan karsa itu akan menimbulkan perkembangan pengetahuan yang berasal dari suatu
budaya. Nah, dari hal itulah kebudayaan akan mengalami kemajuan sehingga
dikatakan sebagai peradaban. Contoh : zaman dahulu, manusia menanam karet dan hanya
menunggu hasil berdasarkan kemampuan alam untuk memproduksi. Tetapi sekarang
tidak lagi karena ada perkembangan seperti pupuk, dan itu akan menumbuhkan
karet dengan cepat.
Manusia seutuhnya
adalah sebuah matriks yang mempunyai akal, jasmani dan rohani. Melalui akalnya
manusia dapat menciptakan dan mengembangkan teknologi, lewat jasmaninya manusia
dapat menerapkan dan merasakan kemudahan yang diperolehnya dari teknologi
tersebut sedangkan melalui rohani terciptalah peradaban. Lebih dari itu melalui
ketiganya (akal, jasmani, rohani) manusia dapat membuat perubahan di berbagai
bidang sesuai dengan perjalanan waktu yang dilaluinya sebagai upaya penyesuaian
terhadap perubahan yang terjadi pada lingkungan sekitarnya. Aspek inilah yang
menjadi pembeda antara manusia dengan mahluk lainnya dalam hal kemampuannya
beradaptasi dengan alam.
Manusia dalam
kehidupannya mempunyai tiga fungsi, yaitu :
1. Sebagai makhluk tuhan
2. Sebagai makhluk individu
3. Sebagai makhluk sosial budaya
Sebagai makhluk
pribadi, manusia terus melakukan interaksi dengan sesamanya sebagai jalan
mencari pemahaman tentang dirinya, lingkungan dan sarana untuk pemenuhan
kebutuhan yang tidak dapat diperolehnya sendiri. Interaksi tersebut sebagai
cikal terbentuknya suatu komunitas sosial yang selanjutnya melahirkan
aturan-aturan dan norma yang disepakati bersama untuk mengatur interaksi yang
terjadi tersebut. Sejarah peradaban manusia menunjukkan bahwa konsep dasar
keorganisasian dan manajemen bukan merupakan sesuatu yang baru. Beberapa peninggalan
bersejarah baik yang berupa bangunan, tulisan atau yang sejenisnya dari
beberapa dinasti di seluruh dunia yang dibuat beberapa ribu tahun silam
merupakan saksi bisu yang menguatkan pernyataan di atas. Keberadaan dinasti
tersebut seolah mengatakan bahwa masyarakat pada saat itu sudah mengenal
organisasi yang mengatur segala macam interaksi yang terjadi antar individu
dalam masyarakat, sedangkan peninggalan sejarah (misalnya tujuh keajaiban
dunia) bisa dikatakan sebagai sebuah maha karya yang tak akan terwujud bila
proses pembuatannya tidak menggunakan konsep manajemen yang benar-benar
brilian.
C. Makna Adab dan Peradaban
Istilah peradaban
dalam bahasa Inggris disebut Civilization. Istilah peradaban
sering dipakai untuk menunjukkan pendapat dan penilaian kita terhadap
perkembangan kebudayaan. Definisi peradaban menurut Koentjaraningrat menyatakan
bahwa peradaban merupakan bagian dan unsur kebudayaan yang halus, maju, dan
indah seperti misalnya kesenian, ilmu pengetahuan, adat sopan santun pergaulan,
kepandaian menulis, organisasi kenegaraan, kebudayaan yang mempunyai system
teknologi dan masyarakat kota yang maju dan kompleks.
Pada waktu
perkembangan kebudayaan mencapai puncaknya berwujud unsur-unsur budaya yang
bersifat halus, indah, tinggi, sopan, luhur dan sebagainya, maka masyarakat
pemilik kebudayaan tersebut dikatakan telah memiliki peradaban yang tinggi.
Tinggi rendahnya
peradaban suatu bangsa sangat dipengaruhi oleh faktor:
è Pendidikan,
è Kemajuan teknologi dan
è Ilmu
pengetahuan.
D. Wujud Peradaban
Orang Barat yang
mempunyai peradaban tinggi dengan teknologi canggih belum tentu kebudayaannya
tinggi jika semua itu hanya akan membinasakan umat manusia.
a.
Nilai berarti mempertimbangkan untuk menentukan apakah
sesuatu itu bermanfaat atau tidak, hasil penilaian disebut nilai (value).
b.
Moral adalah kebiasaan berbuat baik disebut perbuatan moral
atau susila. Moral bersifat kodrati, artinya manusia sejak diciptakan dibekali
dengn sifat-sifat baik, jujur, dan adil.
c.
Norma adalah suatu aturan yang berlaku, bersifat mengikat,
norma diperlukan dalam menuntun sikap dan tingkah laku manusia.
d.
Etika adalah ilmu tentang kebiasaan yang baik berupa
perilaku.
e.
Estetika adalah ilmu yang mengkaji tentang sifat estetis
suatu objek dan merupakan bagian dari ilmu filsafat yang menelaah dan membahas
aspek-aspek keindahan sesuatu mengenai rasa, sifat, norma, cara menanggapi dan
cara membandingkannya dengan menggunakan penilaian perasaan.
BAB III
PENUTUP
Kesimpulan
Manusia seutuhnya adalah sebuah matriks yang mempunyai akal, jasmani dan
rohani. Manusia dalam kehidupannya mempunyai tiga fungsi, yaitu : Sebagai
makhluk tuhan, Sebagai makhluk individu dan Sebagai makhluk sosial budaya
Peradaban merupakan bagian dan unsur kebudayaan yang halus, maju, dan indah
seperti misalnya kesenian, ilmu pengetahuan, adat sopan santun pergaulan,
kepandaian menulis, organisasi kenegaraan, kebudayaan yang mempunyai system
teknologi dan masyarakat kota yang maju dan
kompleks. Masyarakat yang beradabdapat didefinisikan
sebagai masyarakatyang mempunyai sopan santun dan kebaikan budi
pekerti.
Manusia adalah
makhluk hidup ciptaan Tuhan dengan segala fungsi dan potensinya yang tunduk
kepada aturan-aturan Tuhan. Peradaban berasal dari kata adab yang berarti
kesopanan, kehormatan, budi bahasa dan etiket. Lawannya adalah biadab, kasar,
kurang ajar dan tak tahu pergaulan. Peradaban adalah seluruh kehidupan sosial,
politik, ekonomi, dan ilmu teknik untuk kegunaan praktis. Peradaban sebagai
suatu perwujudan budaya yang didasarkan pada akal (rasio) semata-mata dengan
mengabaikan nurani akan berlainan dengan perwujudan budaya yang didasarkan pada
akal, nurani, dan kehendak sebagai kesatuan yang utuh.
Perkembangan
peradaban akan selalu menimbulkan benturan, ini adalah pandangan dari abang
Huntington. Ia menyebutnya sebagai Clash Civilization. Perkembangan peradaban
akan selalu seiring dengan timbulnya benturan-benturan seperti peradaban barat
dan peradaban timur. Manusia dan peradaban adalah hal yang tidak bisa
terpisahkan karena manusia itu memiliki cipta, rasa dan karsa. Cipta, rasa dan
karsa itu akan menimbulkan perkembangan pengetahuan yang berasal dari suatu
budaya. wujud-wujud peradaban: Nilai berarti mempertimbangkan untuk menentukan
apakah sesuatu itu bermanfaat atau tidak, hasil penilaian disebut nilai
(value).
Moral adalah kebiasaan berbuat baik disebut perbuatan moral atau susila.
Moral bersifat kodrati, artinya manusia sejak diciptakan dibekali dengn
sifat-sifat baik, jujur, dan adil. Norma adalah suatu aturan yang berlaku,
bersifat mengikat, norma diperlukan dalam menuntun sikap dan tingkah laku
manusia. Etika adalah ilmu tentang kebiasaan yang baik berupa perilaku. Estetika
adalah ilmu yang mengkaji tentang sifat estetis suatu objek dan merupakan
bagian dari ilmu filsafat yang menelaah dan membahas aspek-aspek keindahan
sesuatu mengenai rasa, sifat, norma, cara menanggapi dan cara membandingkannya
dengan menggunakan penilaian perasaan.
DAFTAR
PUSTAKA
Sumber :
Tidak ada komentar:
Posting Komentar