Sabtu, 28 Februari 2015

TUGAS 1



TUGAS I SEMESTER GENAP TA. 2014-2015
1.     DLM VISI ISBD ada kalimat "MEMAHAMI KERAGAMAN", Seperti kita ketahui bhwa keragaman adalah unsur konflik tp juga sebagai sumber ASSELI BUDAYA bangsa. yg harus anda kerjakan menjelaskan, membuktikan sekaligus memberikan contohnya bahwa keragaman sbg sbr konflik dan juga bisa jadi asset budaya.
Jawab:
Keragaman budaya di Indonesia adalah sesuatu yang tidak dapat dipungkiri keberadaannya. Indonesia memiliki keunggulan dibandingkan dengan negara lainya dalam segi keanekaragaman budayanya. Indonesia mempunyai potret kebudayaan yang lengkap dan bervariasi. Indonesia memiliki berbagai macam suku bangsa,budaya,agama dsbg. Dengan keragaman perbedaan yang dimiliki Indonesia maka potensi konflik yang dimilikinya juga akan semakin tajam. Perbedaan-perbedaan yang ada dalam  masyarakat akan menjadi pendorong untuk memperkuat isu konflik yang muncul di tengah-tengah masyarakat. Seperti kasus-kasus konflik yang muncul di Indonesia dimana dinyatakan sebagai kasus konflik agama dan sukubangsa. Bukti dan contohnya seperti kasus yang dialami oleh artis dangdut Indonesia yang bernama Cita Citata, yang tidak lama ini diberitakan memiliki konflik dengan warga papua, akibat pernyataanya yang menyinggung warga papua. Sebenarnya bila kita dapat mengelola keragmaan yang ada di indonesia dengan benar maka keragaman ini akan menjadi aset budaya yang menguntungkan indonesia, khususnya dalam perekonomian, karena jika semakin banyak keragaman budaya di suatu negara, maka banyak wisatawan yang tertarik untuk datang dan menambah devisa negara. Parawisata contohnya, banyak tempat wisata di Indonesia yang dapat menarik wisatawan asing. Ini adalah salah satu kegiatan ekonomi yang bersumber dari pengembangan potensi keragaman budaya di Indonesia. Beberapa daerah di Indonesia seperti Bali, Lombok, Maluku, Sulawesi, dan Papua menyuguhkan pengalaman wisata yang sulit dilupakan oleh wisatawan. Bahkan, objek wisata yang terdapat di daerah-daerah tersebut menjadi tujuan wisata dari wisatawan mancanegara. Tercatat ribuan wisatawan asing mengunjungi Indonesia setiap tahunnya. Hal ini tentu mendatangkan devisa negara dalam jumlah besar, sehingga kegiatan pariwisata menjadi kegiatan ekonomi andalan nasional.

2.     ISBD sebagai alternatif pemecahan masalah sosial dan budaya.
yang harus anda lakukan adalah menjelaskan, membuktikan sekaligus memberikan contoh bahwa isbd sebagai alternatif pemecahan masalah sosial dan budaya.
Jawab:
ISBD Sebagai Alternatif Pemecahan Masalah Sosial dan Budaya dengan memberikan dasar-dasar pengetahuan sosial dan  konsep-konsep budaya, sehingga mahasiswa mampu  mengkaji masalah sosial, kemanusiaan dan budaya. Sehingga membuat mahasiswa menjadi peka, tanggap, kritis, serta berempati atas solusi pemecahan  masalah sosial dan budaya secara arif. ISBD juga digunakan untuk mencari pemecahan masalah kemasyarakatan melalui pendekatan interdisiplin atau multidisiplin ilmu sosial dan budaya. Pendekatan dalam ISBD akan memperluas pandangan bahwa masalah sosial, kemanusiaan dan budaya dapat didekati dari berbagai sudut pandang. Demikian pula, ISBD diharapkan dapat memberi wawasan akan pentingnya pendekatan sosial dan budaya dalam menangani masalah alam.  Artinya, pembangunan tidak hanya berdasarkan pertimbangan teknis semata, tetapi juga harus mempertimbangkan aspek sosial budaya masyarakat di sekitarnya. pendekatan dalam ISBD bersumber dari dasar-dasar ilmu social dan budaya yang bersifat terintegrasi. Bukti dan contoh bahwa ISBD sebagai alternatif pemecahan masalah sosial dan budaya adalah dengan adanya beberapa perguruan tinggi yang memberlakukan ISBD sebagai mata kuliah wajib bagi mahasiswa. Hal ini dimaksudkan agar pendekatan sosial dan budaya senantiasa dipertimbangkan dan melandasi setiap upaya mencari solusi atas pemecahan dari masalah alam yang mereka hadapi. Dengan demikian manusia sebagai calon ilmuwan dan professional harapan bangsa mampu bertindak secara arif dan bijaksana.

TUGAS 2 (Manusia Sebagai Makhluk Budaya)



BAB I
I.PENDAHULUAN

A.Latar Belakang

Manusia adalah salah satu mahluk Tuhan Yang Maha Esa yang paling sempurna diantara semua mahluk ciptaan-Nya. Manusia dibekali sesuatu yang amat berharga dan istimewa yang tidak dibekalkan Tuhan Yang Maha Esa kepada mahluk ciptaan-Nya yang lain, dengan akal manusia dapat membuat keputusan diantara beberapa pilihan yang ada, mengambil pelajaran yang terjadi dalam kehidupannya baik itu kejadian yang baik maupun tidak baik baginya. Pada umumnya kegiatan yang dilakukan oleh kalangan suatu suku atau etnis merupakan warisan turun-temurun dari para leluhur-lehuhur mereka. Sedangkan sifat dari kegiatan-kegiatan tersebut umumnya sacral atau dianggap suci dan bernilai oleh kalangan masyarakat suku atau etnis tersebut.Kegiatan-kegiatan yang telah diwariskan turun-temurun dan dianggap sakral tersebut biasa kita sebut sebagai budaya..Indonesia yang terdiri dari berbagai macam suku bangsa dan etnis memiliki berbagai macam budaya yang unik dan memiliki keistimewaan sendiri.Manusia sebagai mahluk yang hidup dalam suatu suku atau etnis khususnya diIndonesia merupakan pelaku utama budaya-budaya yang ada di dalam Nusantara itu, makakarena itu manusia adalah mahluk budaya. Manusia dan kebudayaan merupakan dua hal yang saling berkaitan erat. Seseorang yang memiliki perilaku berdasarkan nilai-nilai budaya, terutama nilai moral dan etika maka akan disebut sebagai manusia yang berbudaya.




 B.Rumusan Masalah
1.      Apakah arti dari budaya dan kebudayaan?
2.      Apakah yang dimaksud dengan manusia sebagai mahluk budaya?
3.      Apakah Pengaruh kebudayaan bagi kehidupan manusia?
C.Tujuan
1.      Untuk mengetahui apa arti dari budaya dan kebudayaan.
2.      Untuk mengetahui apa yang dimaksud dengan manusia sebagai mahluk budaya.
3.      Untuk mengetahui apa dan bagaimana pengaruh kebudayaan bagi kehidupan manusia.




BAB II
II.PEMBAHASAN
1.Pengertian Budaya dan Kebudayaan.
Kata budaya merupakan bentuk majemuk kata budi-daya yang berarti cipta, karsa, dan rasa. Sebenarnya kata budaya hanya dipakai sebagai singkatan kata kebudayaan, yang berasal dari Bahasa Sangsekerta budhayah yaitu bentuk jamak dari budhi yang berarti budi atau akal. Budaya atau kebudayaan dalam Bahasa Belanda di istilahkan dengan kata culturur. Dalam bahasa Inggris culture. Sedangkan dalam bahasa Latin dari kata colera. Colera berarti mengolah, mengerjakan, menyuburkan, dan mengembangkan tanah (bertani). Kemudian pengertian ini berkembang dalam arti culture, yaitu sebagai segala daya dan aktivitas manusia untuk mengolah dan mengubah alam.
Definisi budaya dalam pandangan ahli antropologi sangat berbeda dengan pandangan ahli berbagai ilmu sosial lain. Ahli-ahli antropologi merumuskan definisi budaya sebagai berikut:
E.B. Taylor: 1871 berpendapat bahwa budaya adalah: Suatu keseluruhan kompleks yang meliputi pengetahuan, kepercayaan, seni, kesusilaan, hukum, adat istiadat, serta kesanggupan dan kebiasaan lainnya yang dipelajari manusia sebagai anggota masyarakat.
Sedangkan Linton: 1940, mengartikan budaya dengan: Keseluruhan dari pengetahuan, sikap dan pola perilaku yang merupakan kebiasaan yang dimiliki dan diwariskan oleh anggota suatu masyarakat tertentu.
Adapun Kluckhohn dan Kelly: 1945 berpendapat bahwa budaya adalah: Semua rancangan hidup yang tercipta secara historis, baik yang eksplisit maupun implisit, rasional, irasional, yang ada pada suatu waktu, sebagai pedoman yang potensial untuk perilaku manusia
Lain halnya dengan Koentjaraningrat: 1979 yang mengatikan budaya dengan: Keseluruhan sistem gagasan, tindakan dan hasil karya manusia dalam rangka kehidupan masyarakat yang dijadikan milik diri manusia dengan belajar.
Berdasarkan definisi para ahli tersebut kita dapat menyimpulkan bahwa hal terpenting dalam tindakan manusia berbudaya itu adalah belajar. Meskipun tidak semua tindakan manusia dalam kehidupannya perlu dibiasakan dengan belajar, akan tetapi tidak sedikit juga tindakan manusia dalam kehidupan bermasyarakat yang perlu dibiasakan dengan belajar.
Kebudayaan adalah salah satu istilah teoritis dalam ilmu-ilmu sosial. Secara umum, kebudayaan diartikan sebagai kumpulan pengetahuan yang secara sosial diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya. Makna ini kontras dengan pengertian kebudayaan sehari-hari yang hanya merujuk pada bagian tertentu warisan sosial, yakni tradisi sopan santun dan kesenian. Istilah kebudayaan ini berasal dari bahasa latin Cultura dari kata dasar colere yang berarti berkembang atau tumbuh.
Setiap individu menjalankan kegiatan dan menganut keyakinannya sesuai dengan warisan sosial atau kebudayaannya. Hal ini bukan semata-mata karena adanya sanksi tersebut, atau karena mereka merasa menemukan unsur-unsur motivasional dan emosional yang memuaskan dengan menekuni kegiatan-kegiatan dan keyakinan cultural tersebut.        
Kebudayaan adalah sesuatu yang akan memengaruhi tingkat pengetahuan dan meliputi sistem ide atau gagasan yang terdapat dalam pikiran manusia, sehingga dalam kehidupan sehari-hari, kebudayaan itu bersifat abstrak. Sedangkan perwujudan kebudayaan adalah benda-benda yang diciptakan oleh manusia sebagai makhluk yang berbudaya, berupa perilaku dan benda-benda yang bersifat nyata, misalnya pola-pola perilaku, bahasa, peralatan hidup, organisasi sosial, religi, seni, dan lain-lain, yang kesemuanya ditujukan untuk membantu manusia dalam melangsungkan kehidupan bermasyarakat.

2.Manusia Makhluk Berbudaya
Manusia adalah  Makhluk Berbudaya berarti manusia adalah makhluk yang memiliki kelebihan dari makhluk – makhluk lain yang diciptakan oleh Allah di muka bumi ini. Manusia adalah mahluk yang paling sempurna bila dibandingkan dengan mahluk ciptaan Allah lainnya. Kelebihan manusia tersebut adalah akal. Manusia memiliki akal yang dapat dipergunakan untuk menghasilkan ide dan gagasan yang selalu berkembang seiring dengan berjalannya waktu. Oleh karena itu, selain manusia harus bertanggung jawab dan memiliki etika moral, manusia juga harus menguasai segala sesuatu yang berhubungan dengan kepemimpinannya di muka bumi dengan menciptakan nilai kebaikan, kebenaran, keadilan dan tanggung jawab agar bermakna bagi kemanusiaan. Selain itu manusia juga harus mendayagunakan akal budi untuk menciptakan kebahagiaan bagi semua makhluk Tuhan di muka bumi ini. Dengan berbudaya, manusia dapat memenuhi kebutuhan dan menjawab tantangan hidupnya. Manusia menggunakan akal dan budinya dalam berbudaya. Kebudayaan merupakan perangkat yang ampuh dalam sejarah kehidupan manusia yang dapat berkembang dan dikembangkan melalui sikap-sikap budaya yang mampu mendukungnya..
Konsep kebudayaan membantu dalam membandingkan berbagai mahluk hidup. Isu yang sangat penting adalah kemampuan belajar. Lebah melakukan aktifitasnya hari demi hari, bulan demi bulan dan tahun demi tahun dalam bentuk yang sama. Setiap jenis lebah mempunyai pekerjaan yang khusus dan melakukan kegiatannya secara kontinyu tanpa memperdulikan perubahan lingkungan disekitarnya. Lebah pekerja terus sibuk mengumpulkan madu untuk koloninya. Tingkah laku ini sudah terprogram dalam gen mereka yang berubah secara sangat lambat dalam mengikuti perubahan lingkungan di sekitarnya. Perubahan tingkah laku lebah akhirnya harus menunggu perubahan dalam gen. Hasilnya adalah tingkah-laku lebah menjadi tidak fleksibel.
Berbeda dengan binatang, tingkah laku manusia sangat fleksibel. Hal ini terjadi karena kemampuan dari manusia untuk belajar dan beradaptasi dengan apa yang telah dipelajarinya. Sebagai makhluk berbudaya, manusia mendayagunakan akal budinya untuk menciptakan kebahagiaan, baik bagi dirinya maupun bagi masyarakat demi kesempurnaan hidupnya.
Kebudayaan mencerminkan tanggapan manusia terhadap kebutuhan dasar hidupnya. Manusia berbeda dengan binatang, bukan saja dalam banyaknya kebutuhan, namun juga dalam cara memenuhi kebutuhan tersebut. Kebudayaanlah yang memberikan garis pemisah antara  manusia dan binatang .
Ketidakmampuan manusia untuk bertindak instingtif diimbangi oleh kemampuan lain yakni kemampuan untuk belajar, berkomunikasi dan menguasai objek-objek yang bersifat fisik. Kemampuan untuk belajar dimungkinkan oleh berkembangnya inteligensi dan cara berfikir simbolik. Terlebih lagi manusia mempunyai budi yang merupakan pola kejiwaan yang di dalamnya terkandung dorongan-dorongan hidup yang dasar, insting, perasaan, dengan pikiran, kemauan dan hubungan yang bermakna dengan alam sekitarnya dengan jalan memberi penilaian terhadap obyek dan kejadian.
Manusia adalah  mahluk yang berbudaya. Berbudaya merupakan ciri khas kehidupan manusia yang membedakannya dari mahluk lain. Manusia dilahirkan dalam suatu budaya tertentu yang mempengaruhi kepribadiannya. Pada umumnya manusia sangat peka terhadap budaya yang mendasari sikap dan perilakunya.
Kebudayaan  merupakan induk dari berbagai macam pranata yang dimiliki manusia dalam hidup bermasyarakat. Etika merupakan bagian dari kompleksitas unsur-unsur kebudayaan. Ukuran etis dan tidak etis merupakan bagian dari unsur-unsur kebudayaan. Manusia membutuhkan kebudayaan, yang didalamnya terdapat unsur etika, untuk bisa menjaga kelangsungan hidup. Manusia yang berbudaya adalah manusia yang menjaga tata aturan hidup.
Etika dapat diciptakan, tetapi masyarakat yang beretika dan berbudaya hanya dapat diciptakan dengan beberapa persyaratan dasar, yang membutuhkan dukungan-dukungan, seperti dukungan politik, kebijakan, kepemimpinan dan keberanian mengambil keputusan, serta pelaksanaan secara konsekuen. Selain itu dibutuhkan pula ruang akomodasi, baik lokal maupun nasional di mana etika diterapkan, pengawasan, pengamatan, dan adanya pihak-pihak yang memelihara kehidupan etika. Kesadaran etis bisa tumbuh karena disertai akomodasi.
Berbudaya, selain didasarkan pada etika juga terkandung estetika di dalamnya. Jika etika menyangkut analisis dan penerapan konsep seperti benar, salah, baik, buruk, dan tanggung jawab, estetika membahas keindahan, bagaimana ia bisa terbentuk, dan bagaimana seseorang bisa merasakannya .
Jika kita melihat keadaan di sekeliling kita banyak sekali contoh-contoh yang menunjukkan manusia sebagai mahluk yang berbudaya, misalnya, kebiasaan masyarakat untuk mengadakan sholawatan dalam rangka menyambut maulid nabi besar Muhammad SAW, mengunjungi makam para wali, budaya bau nyale di wilayah nusa tenggara barat. Dan berbagai macam  budaya lain di nusantara ini yang sampai sekarang masih tetap di laksanakan karena kepercayaan  mereka kepada nenek moyang mereka, sekaligus sebagai bukti bahwa manusia adalah mahluk yang berbudaya.
Dalam Al qur an sendiri ada beberapa ayat-ayat Al qur an, yang menunjukkan manusia sebagai mahluk yang berbudaya, misalnya dalam firman Allah: “sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi dan silih bergantinya siang dan malam merupakan tanda bagi orang-orang yang berfikir. Yaitu orang-orang yang mengingat Allah dengan cara berdiri, duduk ataupun berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi, maka mereka berkata, ya tuhan kami,tidaklah kau menciptkan semua ini dengan sia-sia, maha suci engkau, maka lindungilah kami dari api neraka”.
Pada ayat di atas kita menemukan kata berfikir pada ayat pertama yang merupakan arti manusia, dan pada ayat kedua kita menemukan kata mengingat Allah (akhlak/budi) yang merupakan arti kata budaya, sehingga dengan demikian nyatalah alas an kita kiranya jika kita mengatakan bahwa manusia adalah mahluk yang berbudaya. Karena hanya orang yang berbudayalah yang bisa menggapai derajat yang telah Allah janjikan dalam surat Al mujadalah ayat 11. Dengan demikian marilah kita selalu memperbaiki diri kita sebgai mahluk yang berbudaya dan semakin bersemangat terus untuk mengembangkan budaya kita, tentunya budaya yang di pandang benar oleh syariat.


3.Pengaruh Kebudayaan bagi Kehidupan Manusia

Pengaruh kebudayaan bagi kehidupan manusia .seperti yang telah  kita sadari bahwa dari sebagian banyak orang tahu tentang arti dari sebuah kebudayaan, karena kebudayaan itu merupakan salah satu acuan hidup kita untuk menjadi seseorang yang ingin lebih dipandang, baik itu dari kebudayaan barat maupun dari kebudayaan daerah. Maka dari itu tidak dapat dipungkiri , bahwa peradaban yang lebih maju akan sangat berpengaruh terhadap peradaban yang berkembang belakangan. Seperti budaya barat yang terus berproses dinamis dan teruji yang akan berpengaruh terhadap peradaban lain, Peradaban timur misalnya.
Masuknya gaya hidup barat sangat berpengaruh terhadap kepribadian bangsa Indonesia terutama masyarakat remaja pada umumnya. kita tahu bahwa pengaruh interaksi dengan budaya barat mewarnai kehidupan bangsa indonesia. Karena budaya barat dianggap sebagai ciri khas kemajuan dalam ekspresi kebudayaan indonesia. Padahal belum tentu sesuai dengan kebutuhan situasi dan kondisi masyarakatnya sendiri. Misalanya saja kebudayaan yang tidak baik terhadap kepribadian, contohnya budaya pergaulan bebas gaya barat yang mempengaruhi kepribadian kita menjadi liar dan susah diatur, selalu saja ingin hidup bebas tanpa aturan, serta gaya hidup malam yang sangat disenangi oleh kaum pria maupun wanita. Jadi inilah efek dari kebudayaan barat yang telah masuk dalam suatu bangsa Indonesia yang mayoritas dicontoh oleh para kaum remaja.
Inti dari penjelasan ini adalah kebudayaan yang bersumber dari luar dapat dengan mudah masuk secara terus menertus dengan cepat ke Indonesia, dan sangat sulit bagi kita untuk menghalaunya , oleh karena itu sebaiknya kita filter semua yang ada dalam diri kita sendiri. Baik buruknya suatu budaya tergantung dari cara dan kesadaran diri kita sendiri untuk menyikapinya.
Karena kebebasan dan kesenangan hidup masyarakat barat tidak selamanya positif
dan sesuai dengan kepribadian asli kita. Banyak kalangan remaja yang sedang mencari jati diri tergusur oleh tren-tren yang tak pernah berhenti diiklankan sebagai suatu gaya hidup yang menyenangkan dan mendunia. Serta banyak norma-norma masyarakat pribumi diindonesia yang terkikis dalam generasi mudanya.
Adapun sisi negatif dari pengaruh budaya barat yang juga sebagai penyebab turunnya moral atau akhlak para remaja diindonesia, yaitu: .
1. Kurangnya pendidikan agama atau akhlak, yang sebagai kunci kontrol diri remaja dalam menghadapi sikap negatif dilingkungan sekita
r.
2. Minimnya sumber pengetahuan yang diterima dari pendidikan yang layak.
3. Kurangnya rasa percaya diri dalam pergaulan sehingga mudah terpengaruh oleh lingkungan yang buruk, dan juga ditambah minimnya ketrampilan untuk mengembangkan potensi diri kearah yang lebih baik.


BAB III
PENUTUP
Kesimpulan
          Kesimpulan dari makalah ini adalah kebudayaan tidak dapat dipisahkan dari kehidupan manusia. Karena kebudayaan merupakan suatu acuan hidup manusia. Manusia dan kebudayaan merupakan dua hal yang saling berkaitan erat. Manusia adalah makhluk berbudaya, yang dimaksud dengan manusia sebagai mahluk berbudaya adalah manusia yang memiliki perilaku berdasarkan nilai-nilai budaya, terutama nilai moral dan etika. Kebudayaan sangat berpengaruh terhadap kehidupan manusia, ini di akibatkan karena kebudayaan itu sendiri telah menjadi suatu acuan hidup yang dapat menentukan tingkah laku manusia. Kebudayaan yang masuk ke Indonesia itu sangat beragam, contohnya budaya barat, masuknya budaya barat ke indonesia berlangsung dengan sangat cepat tanpa bisa kita halau, sehingga kita harus memfilter diri kita sendiri guna menghindari segala hal yang berbau negatif, karena tidak selamanya budaya barat itu bersifat positif. Semua hal yang berasal dari budaya barat belum tentu sesuai dengan kepribadian aseli bangsa indonesia.